Search

The Fed Masih Akan Hawkish, Bitcoin cs Loyo Lagi - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kripto terpantau kembali melemah pada perdagangan Kamis (20/10/2022), karena kekhawatiran akan resesi kembali muncul.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:40 WIB, Bitcoin melemah 1,11% ke posisi harga US$ 19.062,29/koin atau setara dengan Rp 296.799.855/koin (asumsi kurs Rp 15.570/US$). Sedangkan untuk Ethereum terkoreksi 1,76% ke posisi US$ 1.281,51/koin atau Rp 19.953.111/koin.

Sedangkan koin digital (token) alternatif (altcoin) Cardano dan Solana ambles masing-masing 2,01% dan 3,45% pada perdagangan hari ini.


Berikut pergerakan 7 kripto utama non-stablecoin pada hari ini.

Cryptocurrency Dalam Dolar AS Dalam Rupiah Perubahan Harian (%) Perubahan 7 Hari (%) Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar)
Bitcoin (BTC) 19.062,29 296.799.855 -1,11% -0,05% 365,71
Ethereum (ETH) 1.281,51 19.953.111 -1,76% -0,39% 156,77
BNB 270,77 4.215.889 -0,45% 0,58% 43,60
XRP 0,4566 7.109 -0,68% -2,90% 22,87
Cardano (ADA) 0,3509 5.464 -2,01% -6,13% 12,04
Solana (SOL) 28,91 450.129 -3,45% -5,88% 10,35
Dogecoin 0,05896 918 -1,31% 0,35% 7,82

Sumber: CoinMarketCap

Pasar kripto cenderung kembali melemah pada hari ini, di tengah lesunya pasar saham global karena kekhawatiran akan resesi kembali muncul.

Investor kembali khawatir dengan potensi resesi setelah mereka melihat inflasi di Inggris dan Kanada kembali meninggi pada periode September 2022.

Inflasi global terus meningkat lebih tinggi, dengan Inggris Raya mencapai 10,1% dan Kanada yang mencapai 6,9% pada bulan lalu, lebih tinggi dari perkiraan.

Kedua negara tersebut baru-baru ini kembali meningkatkan suku bunga utamanya masing-masing sebesar 0,50% dan 0,75%.

Inflasi yang lebih panas dari perkiraan meningkatkan kemungkinan bahwa kedua negara akan menaikkan suku bunga secara agresif, mirip dengan AS, di mana Komite Pasar Terbuka Federal Federal Reserve diperkirakan akan menyetujui kenaikan suku bunga 75 basis poin (bp) keempat berturut-turut pada bulan November.

Para pejabat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) kembali mengindikasikan bahwa The Fed akan agresif untuk meredam inflasi.

Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari pada Selasa lalu menyatakan bahwa The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga acuan di atas 4,75%, jika inflasi yang mendasarinya tidak berhenti melesat.

Survei "Beige Book" The Fed tentang aktivitas ekonomi menunjukkan perusahaan mencatat tekanan harga tetap tinggi, meskipun ada beberapa pelonggaran di beberapa distrik, sementara pasar tenaga kerja menunjukkan beberapa tanda pendinginan.

Kekhawatiran tentang resesi kembali muncul di kalangan investor karena The Fed terus mengikuti jalur hawkish yang dilapisi dengan kenaikan suku bunga.

Mengacu pada FedWatch, sebanyak 94,5% para pelaku pasar memproyeksikan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bp dan membawa tingkat suku bunga Fed ke kisaran 3,75%-4%.

Keagresifan The Fed diprediksi akan membawa perekonomian AS masuk ke zona resesi dan tentunya akan berdampak pada negara-negara lain di dunia.

Jika perekonomian banyak negara kembali melambat, maka investor cenderung enggan memburu kripto, karena risikonya yang terlalu tinggi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Kripto Ambles Lagi, Bitcoin Kembali Sentuh Kisaran US$ 19.000


(chd/chd)

Adblock test (Why?)

Baca Or Read Again https://news.google.com/__i/rss/rd/articles/CBMibWh0dHBzOi8vd3d3LmNuYmNpbmRvbmVzaWEuY29tL21hcmtldC8yMDIyMTAyMDA5NTQyMi0xNy0zODExNTkvdGhlLWZlZC1tYXNpaC1ha2FuLWhhd2tpc2gtYml0Y29pbi1jcy1sb3lvLWxhZ2nSAQA?oc=5

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "The Fed Masih Akan Hawkish, Bitcoin cs Loyo Lagi - CNBC Indonesia"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.